4 Kamar VIP untuk Caleg Stres

April 9, 2009
Kamis, 9 April 2009 | 13:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi (RSJMM) Bogor mengantisipasi para caleg yang frustrasi jika dalam pemilihan legislatif yang berlangsung hari ini ternyata mereka tidak terpilih. Frustasi karena tidak siap menerima kenyataan bahwa dirinya tidak terpilih.

Demikian diungkap penanggung jawab Ruang Srikandi RSJMM Nandang Suryana ketika ditemui di ruang kerjanya, Bogor, Kamis (9/4). Ruang Srikandi, kata Nandang, adalah ruang perawatan pasien gangguan mental dengan kapasitas 22 orang; 18 orang di kelas 1 plus dan 4 orang di kelas VIP.

“Untuk antisipasi tersebut kami telah membangun 2 kamar VIP baru. Sedang 2 kamar VIP lain telah ada sebelumnya tapi kami siapkan juga,” kata Nandang. Ruangan yang mulai dibangun bulan Desember 2008 itu kini keadaannya sudah 95 persen selesai.

Lebih lanjut Nandang mengatakan bahwa pembangunan ruang tambahan tersebut tidak khusus untuk para caleg yang frustrasi. “Ini adalah bagian dari peningkatan pelayanan rumah sakit. Tapi, kalau ada caleg yang stres dan mau dirawat di sini, kenapa tidak?” ungkap Nandang.

Dari pengamatan Kompas.com, 2 kamar VIP yang kondisinya sudah 95 persen siap huni itu, memiliki  luas 3,4 meter x 4,5 meter. Di dalam ruangan tersebut sudah dilengkapi seperangkat tempat tidur dan lemari, 1 unit AC, 1 unit kulkas, 1 unit televisi flat 21 inci, dan seperangkat kursi dengan satu sofa panjang.

Sedangkan untuk 2 kamar VIP yang lain, ukurannya lebih luas, yaitu 5 meter x 4 meter. Fasilitas yang ditawarkan hampir sama, tetapi kursinya ada 2 set dan bisa ditambah satu tempat tidur lagi untuk yang menjaga pasien.

Menurut Nandang, pasien tinggal memilih mau ruangan yang mana. “Untuk 2 kamar itu Rp 200.000 per hari, sedangkan yang lebih besar biayanya Rp 250.000 per hari,” kata Nandang.

Antisipasi maupun prediksi akan adanya caleg yang dirawat di ruang VIP di Srikandi atau di ruang lain di RSJMM ini bisa menjadi kenyataan karena pada pascapemilihan legislatif tahun 2004 ada caleg yang dirawat di sini. “Menurut informasi yang pernah saya terima, memang pernah ada caleg yang dirawat di sini tahun 2004 setelah tidak terpilih,” pungkas Nandang.


Sudah Dicontreng, Ternyata Kartu Suara Tertukar

April 9, 2009
Kamis, 9 April 2009 | 13:41 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Adi Sucipto

GRESIK, KOMPAS.com — Sudah telanjur dicontreng, ternyata kartu suara DPR RI di sejumlah TPS di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabapaten Gresik, tertukar antara Daerah Pemilihan X (Gresik dan Lamongan) dengan Daerah Pemilihan VII.

Kartu suara diketahui tertukar setelah sejumlah warga mencoblos. Ternyata ada warga yang merasa tidak kenal nama-nama calegnya. Namun, tidak semua surat suara tertukar tetapi ada yang benar.

“Kartu suara yang tertukar di antaranya di TPS 10, 13, dan 15. Akhirnya surat suara yang tertukar yang belum dicoblos disortir dulu,” kata warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, M Khodim.

Kartu tertukar juga didapati di wilayah Kecamatan Duduksampeyan dan Manyar. Sementara pantauan Panwas di TPS 6 Desa Bedilan Kecamatan Gresik ditemukan stiker caleg Partai Kebangkitan Bangsa nomor urut 7 Muhammad.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum Gresik kenapa surat suara bisa tertukar,” kata Ketua Panwas Gresik M Thoha. Humas KPU Gresik Nur Faqih menjelaskan, tertukarnya kartu suara DPR RI itu merata di setiap kecamatan ada termasuk di Sangkapura dan Tambak Bawean. Untuk surat suara DPR RI yang sudah masuk kotak suara penghitungannya ditunda.

“Kami membuat berita acara penghitungan di-pending sambil menunggu hasil konsultasi dengan KPU Provinsi Jawa Timur dan KPU Pusat,” katanya.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.